Bagaimana Saya Membangun Staticaly

Saya sangat bersemangat untuk memulai project ini, membantu para Developer, Blogger dan pengguna Staticaly yang lain untuk memuat file statis mereka dengan cepat dan handal. Cepat, handal dan jauh dari downtime adalah sistem yang harus diterapkan seluruh website dan aplikasi di dunia, karena 2018, sudah tidak ada alasan untuk lambat. Dan adanya Staticaly adalah karena kepedulian saya akan banyaknya akses internet yang lambat, entah itu pada server website ataupun ISP yang kita gunakan sehari-hari, saya bertanya pada diri sendiri, bisa nggak saya membuat alat yang setidaknya dapat membantu orang untuk mengoptimasi kecepatan dari resources website mereka, yaitu file statis, dan sejauh ini saya yakin, saya sudah menyicil kata bisa. Lalu jadilah Staticaly.

Catatan Penting

Sebelumnya perlu saya jelaskan bahwa postingan ini tidak akan mewakili visi dan misi dari Marsble, Staticaly, dan Rawgit, melainkan hanya pandangan personal dan pengalaman saya membangun Staticaly.

Bahan-bahan

Bagi Kamu webmaster yang mungkin penasaran bagaimana Staticaly bekerja, ini adalah bahan-bahan (teknologi masa kini) yang saya butuhkan untuk membangun Staticaly:

  • Nginx (Reverse proxy)
  • Varnish (Really, really fast web application accelerator)
  • Node.js (Untuk menjalankan kode inti)
  • Coffee (Ini penting)
  • Linux (Yang paling saya sukai)
  • Docker (Kontainerinisasi)
  • Kubernetes (Scaling)
  • PHP (API)
  • Musik (Sangat penting)
  • dan beberapa konfigurasi rahasia yang membuat Staticaly sangat cepat

Bagaimana saya membuatnya bekerja?

Pada dasarnya Staticaly hanyalah permainan simpel untuk mendapatkan konten dari GitHub, GitLab dan Bitbucket, saya cukup membuat proxy untuk GitHub Raw, menyimpannya dan lalu menghantarkannya menggunakan Content-Type header yang benar.

Hal diatas tentu saja bisa dilakukan hanya menggunakan Nginx (Staticaly V1 menggunakan Nginx saja), namun karena saya melihat potensi yang dapat dilakukan apabila saya menjalankan kode inti menggunakan Node.js tentu saja akan lebih baik. Dengan Node.js saya mungkin bisa membuat CSS dan JS minifier (rencana untuk kedepan, sssttt).

Node.js melayani permintaan proxy ke GitHub, misal kamu menggunakan Staticaly untuk melayani kode JS dari GitHub Gist, maka Staticaly berkomunikasi dengan GitHub Gist Raw server dengan Node.js, lalu apabila konten yang diminta ada dan menjawab dengan kode status 200 (artinya OK), maka kamu akan menerima konten dari GitHub Gist Raw yang sudah diproses oleh Staticaly Server menjadi konten JS yang lebih layak.

Lebih Layak, maksudnya?

GitHub Raw atau GitHub Gist Raw akan menghantarkan konten .JS sebagai teks (text/plain) dan bukan application/javascript.

Staticaly akan menghantarkan konten .JS sebagai application/javascript, dengan begitu jika kamu memuat .JS pada sebuah lembar HTML, maka browser akan mengeksekusi sebagai konten Javascript.

Saya yakin perlu dokumentasi yang lebih detail lagi untuk menjelaskan hal itu, namun saya asumsikan pembaca paham apa yang saya maksudkan.

Dan dari semua hal di atas, Staticaly sudah bekerja. 🙂

Sponsors

Staticaly didukung perusahaan kelas dunia seperti Cloudflare, CDN77, Fastly, BunnyCDN dan lainnya. Sponsor mendonasikan layanan dan dana untuk kami gunakan sebagai sarana membuat platform yang lebih baik, cepat, dan handal.

Jika kamu adalah perusaahan yang tertarik pada Staticaly, kamu selalu bisa untuk mensponsori kami dengan layanan yang mungkin kami butuhkan seperti CDN, Server, dll.

Untuk Sponsorship, jangan sungkan untuk menghubungi sponsorship@marsble.com. 🙂

Mengenai Rawgit

Banyak yang menulis artikel bahwa Staticaly dibuat untuk/sebagai alternatif dari Rawgit, kami tidak membuat Staticaly sebagai alternatif, namun jika kamu menyebutkannya sebagai alternatif dari suatu layanan itu tidak ada masalah, namun bukan fokus kami untuk membuatnya sebagai alternatif dari Rawgit. Dari artikel ini saya pastikan bahwa Staticaly tidak ada hubungan dengan Rawgit, dan sebaiknya jauhkan untuk menghubungi Rawgit guna meminta bantuan dalam penggunaan Staticaly, atau kamu mungkin tidak akan menerima balasan.

Bantuan Staticaly hanya melalui komunitas Marsble yang dapat diakses di www.marsble.com.

Saya tidak pernah mengatakan bahwa Staticaly dibuat untuk/sebagai alternatif dari Rawgit, namun jika saya pernah mengatakannya, saya pastikan itu salah.

Staticaly fokus dibuat untuk membantu developer untuk menghantarkan file statisnya, membantu website yang memiliki resources statis menjadi jauh lebih cepat.

Ini penting agar tidak adanya pendapat yang salah terhadap Staticaly dan Rawgit.

Mungkin kamu dapat menyebut Staticaly bisa digunakan sebagai alternatif dari Rawgit, ketimbang Staticaly dibuat untuk/sebagai alternatif dari Rawgit. 🙂

Kesimpulan

Saya mewakili Staticaly akan terus berusaha membuat platform menjadi lebih baik dari masa ke masa, kami tidak mengklaim bahwa Staticaly adalah nomor 1, jika kamu membutuhkan server yang lebih tangguh dan handal, mungkin kamu dapat mempertimbangkan untuk membelinya dari vendor terpercaya.

Tolong gunakan Staticaly dengan bijak, kami akan memblokir akses pada website yang tertaut dan juga resources pada repositori apabila kami menemukan penggunaan Staticaly untuk niat jahat.

All of that said, silahkan gunakan Staticaly dengan gratis untuk membantu pengembangan proyekmu dan terima kasih atas kepercayaanmu. 🙂

12 komentar tentang “Bagaimana Saya Membangun Staticaly”

  1. Terima kasih mas frans untuk koreksi nya di artikel saya.
    penulisan saya berfokus bahwa staticaly sebagai alternatif dan alhamdulillah telah dikoreksi sama mas frans serta sudah saya rubah artikelnya agar nggak berdampak keliru dari berbagai arah.

  2. Saya baru mendengar nama Staticaly kali pertama lewat blog kompi milik kang Adhy Suryadi. Saya salut dengan cara berfikir Anda karena ingin membantu orang lain secara gratis….bahkan, jauh selama ini saya belum terfikir hal demikian. Thanks dan sukses selalu buat Anda dan team…

  3. Wah, bagus sekali, saya jadi tertarik dengan Staticaly, terutama pada fitur ImgPX nya yang membuat saya gak perlu repot2 minify picture lagi.

    Saya tunggu plugin nya, yah, biar saya bisa mengalihkan gambar-gambarnya atau semua aset website saya ke Staticaly (Meskipun secara praktek, mungkin bisa sih mengalihkan URL semua aset website saya ke Staticaly dengan fitur CDN di LiteSpeed Cache)

    Oh, ya, mengingat Staticaly di Sponsor oleh CDN77 dan CDN77 memiliki Server Indonesia (tepatnya di Jakarta), mungkin alangkah lebih baiknya untuk memiliki server Indonesia untuk CDN nya, karena selain proses routing nya yang lebih cepat, konten statis (seperti file Gambar, JS, dan CSS) akan masih bisa di load dengan baik jika koneksi Internasional nya mengalami gangguan, karena menggunakan koneksi IIX (Indonesia Internet eXchange).

    Dan, saya akan lebih semangat untuk menggunakannya, serta mendukung proyek ini, meski tidak mungkin saya menjadi sponsor ataupun dengan bentuk materi 😀

    Namun, saya bisa bantu sedikit dengan menyebarkan kepada lainnya, agar mereka tahu bagaimana caranya menyebarkan konten web/blog mereka dan mengoptimalkan aset statis web/blog nya dengan mudah. Serta, saya mungkin akan mengalihkan semua aset statis blog saya ke Staticaly sebagai dukungan.

    Ngomong-ngomong, saya juga mau migrasikan blog saya ke WPinter, namun sepertinya saya mengalami masalah gak cukup di storage, dan storage nya tadi cuman 300 MB (padahal di website nya bisa sampai 500 MB), sedangkan kapasitas Blog saya mencapai 1,5 GB (termasuk file LSCache nya yang mencapai 350 MB-an, dan file temp dari cPanel yang mencapai 150 MB-an) 😦
    Apakah ada cara untuk Upgrade nya?

    Dah, gitu aja sih pesan dari saya, dan semoga sukses untuk proyek Staticaly dan WPinter nya, mas. Terima kasih ^_^

  4. Silahkan mas follow Staticaly di Twitter atau gabung di newsletter, agar saat plugin ready, mas bisa segera tahu.

    Walau lokasi Indonesia tidak tersedia untuk pengguna CDN77 secara default, kerennya adalah Staticaly udah pakai PoP Indonesia, saya udah komunikasi, orang2 baik di CDN77 juga provide kami PoP Indonesia, pengguna nggak perlu khawatir, sebelum ditanyakan oleh pengguna, kami sudah menyiapkannya, tapi setiap pengguna berbeda2, jika smart load balancing kami menganggap CDN lain, cth Cloudflare lebih cepat utk seorang pengguna di Indonesia, maka routing akan ke Cloudflare, meskipun PoP terdekat di Singapura.

    Tolong colek saya via DM di Twitter, kita carikan solusi untuk blog mas.

    All of that said, thank you.

  5. Halo Mas Frans Allen,

    Pertama berpikir dari ceator staticaly saya pikir itu orang luar negeri namun setelah masuk ke websitenya ternyata saya menemukan bahwa creatornya adalah orang indonesia

    Saya jadi ikut bangga mendengar produk indonesia yang bisa berkiprah untuk internasional

    Salam Kenal dari Blogger Indonesia ^_^

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *